Judul
Buku :
Pintar Internet TCP/IP
Penulis : Onno W. Purbo, Adnan Basalamah, Ismail
Fahmi dan Achmad Husni Thamrin
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo Kelompok
Gramedia, Anggota IKAPI, Jakarta 1998
BAB 1 PENDAHULUAN
TCP/IP
(Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) adalah sekelompok protokol
yang mengatur komunikasi data komputer di Internet.
Internet terbentuk karena sekumpulan besar jaringan komputer memiliki kesepakatan untuk berbicara dalam bahasa yang sama. Yang dapat diatur dalam internet adalah protokol yang digunakan.
Klik Link di bawah ini untuk mengetahui lebih dalam :
Buku
ini memberikan penjelasan teknis mengenai protokol yang digunakan di Internet
yaitu TCP/IP yang tidak bergantung pada sistem operasi dan perangkat keras.
Link-link
url yang diberikan bukan tertulis dari buku, namun agar tidak bertele – tele
dan jelas, diberikan link – link url sebagai bahan bacaan rujukan namun inti
bacaan tetap sama.
Buku
ini terbit pada tahun 1998 sehingga software – software yang digunakan sebagai
contoh masih versi lama namun konsep
dasarnya masih tetap sama sehingga walaupun terjadi perubahan protokol –
protokol jaringan TCP/IP di masa sekarang tidak akan mengganggu pemahaman kita
bahkan, pemahaman dan pengetahuan kita akan terus bertambah karena mengetahui
protokol – protokol jaringan TCP/IP yang diimplementasikan pada masa dahulu
hingga sekarang dan penyebabnya mengapa terjadi perubahan protokol jaringan
TCP/IP tersebut.
Keunggulan
buku ini salah satunya menjelaskan TCP/IP dengan jelas dan sederhana sehingga
mudah dimengerti.
BAB 2 KONSEP DASAR
TCP/IP
Pada
dasarnya komunikasi data merupakan proses mengirimkan data dari satu komputer
ke komputer lainnya. Untuk dapat mengirimkan data tersebut, komputer harus
ditambahkan alat khusus yaitu network interface (jaringan interface) yang
bermacam – macam bergantung pada media fisik yang digunakan untuk mentransfer
data tersebut.
Dalam
proses pengiriman data terdapat masalah yang harus dipecahkan.
Pertama,
data dapat dikirim pada komputer yang tepat sesuai tujuannya yang akan jadi
rumit jika tujuan bukan di jaringan lokal tapi tempat yang jauh yang dapat
memungkinkan data rusak/hilang.
Kedua,
pada komputer tujuan transfer data mungkin terdapat lebih dari satu aplikasi
yang menunggu datangnya data. Sehingga data yang dikirim harus sampai pada
aplikasi dan komputer yang tepat.
Untuk
dapat mengatasi masalah ini dibuat aturan oleh para ahli jaringan komputer
untuk mengatur proses pengiriman data yang disebut sebagai protokol komunikasi data.
Protokol ini diimplementasikan dalam bentuk software dan peralatan komunikasi
data lainnya. Sekumpulan protokol tersebut disebut TCP/IP yang dapat melakukan
fungsi komunikasi data pada Wide Area
Network (WAN).
Cara kerja protokol TCP/ IP itu seperti AnalogiPengiriman Surat .
Routing sederhana. routing berarti melewatkan paket IP menuju sasaran. Alat yang melakukannya disebut router. Agar mampu melewatkan paket data antar jaringan, maka router perlu minimal dua buah network interface. Proses routing dilakukan secara hop by hop. IP tidak mengetahui jalur keseluruhan menuju tujuan setiap paket. IP routing hanya menyediakan IP address dari router berikutnya (next hop router) yang menurutnya lebih dekat ke host tujuan.
Algoritma
routing untuk host Jika host tujuan terletak dalam jaringan yang
sama atau terhubung langsung, IP datagram dikirim langsung ke tujuan. Jika
tidak, IP datagram dikirim ke default router. Router ini akan mengatur
pengiriman IP selanjutnya, hingga sampai ke tujuan.
Algoritma
routing untuk router dalam
menentukan pilihan arah pelewatan IP datagram, router berkonsultasi dengan
tabel routing yang dimilikinya. Tabel routing berisi IP address tujuan, IP
address next hop router (gateway), flag, dan spesifikasi network interface
(Netif) tempat datagram dilewatkan.
Dalam proses meneruskan ke paket tujuan IP
router melakukan hal – hal berikut :- Mencari di tabel routing, entry yang cocok dengan IP address tujuan. Jika ditemukan, paket akan dikirim ke next hop router atau interface yang terhubung langsung dengannya.
- Mencari di tabel routing, entry yang cocok dengan alamat network dari network tujuan. Jika ditemukan, paket dikirimkan ke next hop router tersebut.
- Mencari di tabel routing, entry yang bertanda default. Jika ditemukan, paket dikirim ke router tersebut.
Tabel
routing dihasilkan oleh program protokol routing yang dijelaskan di BAB 5.
Metode
memetakan Hostname ke IP address :
Pertama, menggunakan host table yang berisi kombinasi antara nama host dengan IP address host tersebut. Namun jika dalam jumlah besar tidak efisien.
Pertama, menggunakan host table yang berisi kombinasi antara nama host dengan IP address host tersebut. Namun jika dalam jumlah besar tidak efisien.
Kedua,
menggunakan DNS (Domain Name System) yang merupakan sistem database
terdistribusi yang tidak terlalu dipengaruhi oleh bertambahnya database. DNS
menjamin informasi host terbaru akan disebarkan ke jaringan bila diperlukan.
Jika server DNS menerima permintaan informasi tentang host yang ia tidak
ketahui maka ia akan bertanya pada authoritative DNS server kemudian server
lokal menyimpannya.
BAB 3 IP ADDRESS
IP address digunakan sebagai metode
pengalamatan komputer yang diterima diseluruh dunia sehingga dapat mengirim
paket data melalui rute yang ditentukan oleh oleh IP address.
Sebuah
IP address merupakan identitas sebuah interface, jadi bukan identitas komputer
tetapi identitas interface karena satu komputer dapat memiliki lebih dari satu
interface.
Untuk mengetahui IP address lebih lanjut, klik disini.
Pengalokasian
IP address
pada dasarnya adalah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk
jaringan.
Subnetting digunakan karena sebuah organisasi biasanya menggunakan lebih dari satu LAN, karena mempunyai keterbatasan ruang lingkup dan performansi dapat menurun jika terlalu banyak host sehingga suatu organisasi dipecah lagi menjadi beberapa network ID lainnya dengan jumlah anggota jaringan yang lebih sedikit.
Cara melakukan subnetting dapat dicari di website lainnya atau di youtube.
Implementasi
subnetting untuk alokasi IP address
Variable
Length Subnet Mask (VLSM)
Implementasi
subnetting dengan VLSM
BAB 4 DOMAIN NAME SYSTEM (DNS)
DNS
digunakan untuk kemudahan manusia untuk mengingat karena IP address susah untuk
diingat sehingga dengan DNS, internet lebih mudah digunakan.
Awalnya
digunakan host table yang masing – masing host/komputer menyimpan daftar
kombinasi nama komputer dan IP address, pada nama file dinamakan HOSTS.TXT.
namun jumlah host sekarang sangat banyak dan penggunaan host table tidak lagi
efisien.
Muncul
ide untuk melakukan pendistribusian database hostname dan IP address sehingga
setiap organisasi bertanggung jawab terhadap database berisi informasi jaringan
miliknya sendiri yang disebut DNS
(Domain Name System).
Cara membentuk
DNS (Top Level Domain dan Pendelegasian)
Komponen DNS
Cara
mengkonfigurasi DNS
Cara
menjalankan server DNS
Cara
mengkonfigurasi resolver resolver
adalah program yang mengirim pertanyaan (query) terhadap server DNS untuk
mendapatkan informasi tentang suatu host.
Cara
memelihara server DNS
Tip Konfgurasi
dan Utilitas DNS
BAB 5 ROUTING DI JARINGAN TCP/IP
Tujuan
dibuatnya jaringan komputer adalah untuk menyampaikan data dari satu komputer
ke komputer lain. Dalam jaringan TCP/IP setiap host memiliki IP address dan
untuk berhubungan dengan host kita harus memasukkan IP address host pada bagian
tujuan dari datagram IP yang dikirim. Bagaimana host mengetahui cara mencapai
host yang dituju datagram tersebut?
Solusinya
adalah melalui routing yaitu proses yang dialami datagram untuk mencapai tujuan
di jaringan TCP/IP.
Konsep
routing adalah hal yang utama pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal ini
karena pada lapisan internet terjadi pengalamatan (Addressing). Data pada
TCP/IP dari lapisan aplikasi disampaikan ke lapisan transport dengan diberi
header TCP atau UDP tergantung pada jenis aplikasinya. Setelah itu segmen TCP
atau UDP disampaikan ke lapisan IP dan diberi header, termasuk alamat asal dan
tujuan datagram. Pada saat ini host harus melakukan routing dengan melihat
tabel routing. Setelah melihat tabel routing, datagram diteruskan ke lapisan
network interface dan diberi header dengan alamat tujuan yang sesuai.
Lebih
jelasnya, perhatikan jaringan TCP/IP yang menggunakan teknologi ethernet.
Setiap frame ethernet (Ethernet II) mengandung alamat tujuan dan asal adalah
sebuah bilangan 48 bit. Setiatp kartu ethernet memiliki sebuah alamat ethernet
yang unik. Agar datagram dapat diterima oleh sebuah host tujuan, datagram
tersebut harus dimasukkan dalam frame dengan alamat Ethernet tujuan yang sama
dengan alamat kartu ethernet host tujuan. Proses ini juga bagian dari routing,
yaitu pada saat mengirimkan datagram IP bagaimana menentukan alamat ethernet
host tujuan datagram tersebut?
Maka
muncullah protokol ARP (Address
Resolution Protocol) yang bertugas menerjemahkan IP address ke alamat
Ethernet.
Proses
ini dilakukan hanya untuk datagram yang dikirim host karena pada saat inilah
host menambahkan header Ethernet pada datagram. Penerjemahan dari IP address ke
alamat ethernet dilakukan dengan melihat sebuah tabel yang disebut cache ARP. Entri cache ARP berisi IP
address host beserta alamat ethernet untuk host tersebut. Tabel ini diperlukan
karena tidak ada hubungan sama sekali antara IP address dengan alamat Ethernet.
IP address suatu host bergantung pada IP address jaringan tempat host tersebut
berada, sementara alamat Ethernet sebuah kartu bergantung pada alamat yang
diberikan oleh pembuatnya.
Mekanisme
penerjemah ARP
Secara
ringkas proses ARP, yaitu:
- Host mengirimkan paket ARP request dengan alamat broadcast Ethernet.
- Datagram IP yang akan dikirim dimasukkan ke dalam antrian.
- Paket ARP response diterima host dan host mengisi tabel ARP dengan entri baru.
- Datagram IP yang terletak dalam antrian diberi header ethernet.
- Host mengirimkan frame ethernet ke jaringan.
Routing
langsung jika dalam satu jaringan ethernet.
Routing
tidak langsung jika tidak dalam satu jaringan dan dan melewati host lain yang
menghubungkan host tujuan.
Proses routing
langsung dan tidak langsung
Proses
pencarian pada tabel routing
Langkah
–langkahnya yaitu :
1. Alamat
tujuan datagram di masking dengan subnet mask host pengirim dan dibandingkan
dengan alamat network host pengirim. Jika sama, maka ini adalah routing
langsung dan frame langsung dikirimkan ke interface jaringan.
2. Jika
tujuan datagram tidak terletak dalam satu jaringan, periksa apakah terdapat
entri routing yang berupa host dan bandingkan dengan IP address tujuan
datagram. Jika ada entri yang sama, kirim frame ke router menuju host tersebut.
3. Jika
tidak terdapat entri host yang cocok pada tabel routing, gunakan alamat tujuan
datagram yang telah di mask pada langkah 1 untuk mencari kesamaan di tabel
routing. Periksa apakah ada network/subnetwork di tabel routing yang sama
dengan alamat network tujuan datagram. Jika ada entri yang sama, kirim frame ke
router menuju network/subnetwork tersebut.
4. Jika
tidak terdapat entri host ataupun entri network/subnetwork yang sesuai dengan
tujuan datagram, host mengirimkan frame ke router default dan menyerahkan proses
routing selanjutnya kepada router default.
5. Jika
tidak terdapat rute default di tabel routing, semua host diasumsikan dalam
keadaan terhubung langsung. Dengan demikian host pengirim akan mencari alamat
fisik host tujuan menggunakan ARP.
Cara
membentuk tabel routing ada tiga, yaitu :
1.
Routing
redirect, host pengirim menyerahkan datagram kepada router default dan berharap
router default tersebut memiliki informasi routing untuk mengirimkan datagram
sampai ke tujuannya sehingga entri rute pada host pengirim bertambah jika
router default memiliki informasi routing tersebut.
2.
Routing
statik, entri – entri rute di host dan router diisikan secara manual. Ini
efektif jika jaringan TCP/IP hanya terdiri dari beberapa router.
3.
Protokol
routing (routing dinamik) mengatasi kelemahan routing statik jika jaringan
TCP/IP besar, protokol routing adalah protokol yang digunakan oleh
router-router untuk saling bertukar informasi routing. Router – router pada
jaringan TCP/IP membentuk tabel routing berdasarkan informasi routing yang
dipertukarkan setiap selang waktu tertentu. Pertukaran informasi antar router
dapat menunjukkan dinamika jaringan karena jika pada suatu saat ada router atau
jaringan yang putus berarti router – router yang lain tidak akan menerima
informasi routing dari router yang putus tersebut. Jika hal ini terjadi,
router-router dalam jaringan akan menghapus entri tabel routing yang
informasinya tidak diperbarui.
Protokol
routing (berikan link rujukan)
RIP dan OSPF termasuk IGP
(Interior Gateway Protocol)
BGP termasuk EGP(Exterior Gateway Protocol)
*autonomous system
BGP termasuk EGP(Exterior Gateway Protocol)
*autonomous system
BAB 6 IMPLEMENTASI
ROUTING DI JARINGAN
Perintah – perintah FreeBSD
untuk internet
*apa itu FreeBSD
arp
netstat
route
*apa itu FreeBSD
arp
netstat
route
Routing statik pada jaringan
GateD (Gate Daemon)
perintah konfigurasi gateD
perintah konfigurasi gateD
Routing menggunakan RIPv2
Routing menggunakan OSPF
prioritas interface dan designated router
jaringan OSPF tanpa area
jaringan OSPF dengan area
prioritas interface dan designated router
jaringan OSPF tanpa area
jaringan OSPF dengan area
Beberapa tip dalam merancang
jaringan OSPF
BAB 7 SIMPLE NETWORK MANAGEMENT PROTOCOL (SNMP)
Ketika
jumlah jaringan dalam sebuah organisasi semakin besar, dengan perangkat yang
semakin banyak dan berbeda – beda dari berbagai vendor, maka saat itulah
diperlukan sebuah kerangka manajemen jaringan yang koheren. Bab ini mempelajari
standard manajemen jaringan TCP/IP yang digunakan di internet.
Dalam
jaringan TCP/IP, protokol aplikasi yang menangani soal manajemen jaringan ini
adalah SNMP.
SNMP merupakan sebuah protokol yang didesain untuk memberikan kemampuan kepada pemakai untuk mengelola jaringan komputernya dari jarak jauh (remote).
SNMP
terdiri atas tiga elemen, yaitu :
1. MIB ( Management Information Base)
2. Manajer
3. Agen
SNMP
didesain oleh IETF untuk pemakaian di Internet. Saat ini (saat buku ini
diterbitkan) SNMP didesain di atas protokol UDP, karena menggunakan protokol
UDP maka SNMP adalah protokol yang connectionless.
Jika realibilitas dan accountabilitas yang diperlukan, manajer jaringan harus
membangun operasi yang connection
oriented pada aplikasi di lapisan atasnya.
Gambar Lapisan
SNMP
SNMP
ini bekerja sederhana. Manajer dan agen saling berkirim pesan berupa permintaan
manajer dan jawaban dari agen tentang informasi jaringan. Pesan pesan ini
dibawa oleh paket paket data yang disebut PDU.
PDU (Protocol Data Unit) SNMP merupakan unit data yang terdiri atas sebuah header dan beberapa data yang ditempelkan. PDU dapat dilihat sebagai sebuah benda yang mengandung variabel – variabel. Variabel memiliki nama dan nilai.
Lima PDU yang
didefinisikan dalam standard
Struktur
Informasi dalam SNMP
informasi pada SNMP disimpan dalam bentuk variabel-variabel yang didefinisikan
dalam MIB. Ada variabel berjenis teks, bilangan bulat atau integer, waktu dan
sebagainya.
MIB dan Object
Identifier
Identifikasi Kejadian
(Instance)
Urutan
Lexicographic
Contoh Cara
kerja SNMP
Contoh
aplikasi : Menghitung utilisasi Link/segment
BAB 8 PROTOKOL APLIKASI TCP/IP
File Transfer Protocol (FTP) merupakan
salah satu aplikasi TCP/IP yang banyak digunakan untuk memindahkan dan menyalin
file dari komputer satu ke komputer lainnya.
Email dan SMPT (Simple Mail
Transport Protocol)
Hypertext Transfer Protocol
(HTTP)


Komentar
Posting Komentar